• Solo Great Sale

    Solo Great Sale Powered By Circle Card 2015

  • Solo Great Sale

    Solo Great Sale Powered By Circle Card 2015

  • Oracle Java Magazine

    As Cover of Oracle Java Magazine March/April 2012 issue

  • Launching jDuchess Indonesia

    Gunadarma University 2011

    www.jduchess.or.id

  • Launching jDuchess Indonesia

    Gunadarma University 2011

    www.jduchess.or.id

  • Launching Java 7

    Binus University 2011

  • Eclipse Democamp

    Microsoft Indonesia 2011

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2010

  • Launching JENI 2.0

    ITB Bandung 2012

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2010

  • Java and Android Roadshow

    SMK PGRI 3 Malang 2012

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2010

  • Launching JENI 2.0

    ITB Bandung 2012

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2011

  • Java and Android Roadshow

    SMK Plus Darussalam Kediri 2012

  • Oracle Academy Seminar

    LIKMI Bandung, 2012

  • Oracle Academy Seminar

    Indonesia University, 2012

  • Seminar Android

    Universitas Budi Luhur 2010

  • Java and Android Roadshow

    SMK Hasan Kafrawi Jepara 2012

  • Sosialisasi Kurikulum 2013

    LPMP Surabaya 2013

  • IOSA

    Indonesia Open Source Award 2011

  • Java Training

    SMKN 02 Sukabumi 2010

  • Sosialisasi Kurikulum

    SMKN 01 Tulungagung 2011

  • Sosialisasi Kurikulum 2013

    LPMP Surabaya 2013

Thursday, May 16, 2013

Posted by Netty Herawaty
| 2:18 AM
Setelah postingan sebelumnya membahas tentang pengenalan Apache Maven sekarang kita akan membahas instalasi Maven di Ubuntu dan Windows.

1. Verifikasi Instalasi Java

Meskipun Maven dapan berjalan pada Java 1.4, kita mengasumsikan anda menjalankan setidaknya pada Java 6. Gunakanlah  Java Deveopment Kit (JDK)  terbaru yang tersedia untuk sistem operasi anda. Anda bisa menggunakan Java 6 atau Java 7.

$ java -version
java version "1.7.0_17"
OpenJDK Runtime Environment (fedora-2.3.8.3.fc18-i386)
OpenJDK Server VM (build 23.7-b01, mixed mode)

Maven bekerja dengan semua Java TM yang tersertifikasi compatible development kits dan juga untuk beberapa implementasi Java non-sertifikasi

2. Mengunduh Maven

Anda dapat mengunduh Maven dari halaman website proyek Apache Maven pada http://maven.apache.org/download.html.   Ketika  mengunduh  Maven  anda  dapat mengunduh versi terbaru dari Maven 3. Versi terbaru dari Maven 3 sekarang adalah 3.0.5. Jika anda belum terbiasa dengan lisensi Apache Software Foundation, maka anda harus membiasakan diri dengan dengan syarat dan ketentuan sebelum anda menggunakan produk tersebut. Informasi lebih lanjut tentang lisensi Apache dapat anda lihat di http://maven.apache.org/license.html

3. Mengunduh Maven 3

Untuk mengunduh Maven 3, kunjungi  http://maven.apache. org/download.html  dan pilih format arsip yang sesuai dengan platform anda. Gambar di bawah menunjukkan bagian dari halaman unduh yang berisi tautan ke arsip Apache Maven 3.0.5.


4. Menginstal Maven pada Ubuntu

Proses instalasi Maven pada semua sistem operasi relatif mudah. Bagian berikut akan menjelas-kan cara terbaik yang direkomendasikan untuk menginstal Maven pada berbagai sistem operasi. Anda dapat mengunduh rilis file binary Maven terbaru pada http://maven.apache.org/. Letakkan pada direktori yang dikehendaki dimana Maven akan bekerja dan ekstrak arsip pada lokasi tersebut. 

Jika anda mengekstrak pada direktori /usr/local/apachemaven-3.0.5, anda perlu membuat link agar Maven mudah diakses dan mencegah kemungkinan perubahan konfigurasi  environment ketika anda melakukan upgrade terhadap versi terbaru.

$ cd /usr/local
$ ln -s apache-maven-3.0.5 maven
$ export M2_HOME=/usr/local/maven
$ export PATH=${M2_HOME}/bin:${PATH}

Setelah  maven  terinstal,  anda  perlu  melakukan  beberapa  hal  berikut  untuk membuatnya bekerja dengan baik. Anda perlu menambahkan direktori bin dari direktori (dalam contoh ini, /usr/local/maven/bin) ke dalam command path. Anda juga perlu mengatur environment variable M2_HOMEmenjadi direktori top-level dimana Maven diinstal (dalam contoh ini, /usr/local/maven). 

5. Menginstal Maven pada Windows

Instalasi maven pada Windows tidak jauh berbeda dengan proses instalasi pada Linux, perbedaan utama adalah pada lokasi instalasi dan pengaturan  environment variable. Misal instalasi Maven berada pada  C:\Program Files\apache-maven-3.0.5. Setelah anda mengekstrak Maven pada direktori instalasi, anda perlu mengatur dua environment variable PATHdan M2_HOME. Untuk mengatur varibel-variabel tersebut, ketik perintah berikut :

C:\Users\user > +set M2_HOME=c:\Program Files\apache-maven-3.0.3+
C:\Users\user > +set PATH=%PATH%;%M2_HOME%\bin+

Perintah  pada  command-line  diatas  akan  menjalankan  Maven  hanya  pada  saat perintah tersebut dijalankan. Namu jika anda menambahkannya ke dalam  System environment variable  melalui  control panel, perintah di atas akan dieksekusi setiap kali anda masuk ke dalam sistem. Anda harus memodifikasi kedua  environment variabletersebut melalui Control Paneldalam Microsoft Windows.

6. Menjalankan Instalasi Maven

Untuk mengecek versi dengan perintah mvn -vdari command-line. Jika maven telah terinstal, maka akan tampil output sebagai berikut :

$ mvn -v
Apache  Maven  3.0.5  (rNON-CANONICAL_2012-11-09_15-39_mockbuild;  2012-11-09
22:39:59+0700) 
Maven home: /usr/local/maven 
Java version: 1.7.0_17, vendor: Oracle Corporation 
Java home: /usr/lib/jvm/java-1.7.0-openjdk-1.7.0.17/jre 
Default locale: en_US, platform encoding: UTF-8 
OS  name:  "linux",  version:  "3.8.7-201.fc18.i686",  arch:  "i386",  family:
"unix" 

Jika output yang tampil seperti di atas maka Maven telah  terinstal dan siap untuk digunakan.  Jika  output  tersebut  tidak  muncul  dan  sistem  operasi  tidak  dapat menemukan  perintah  mvn,  maka  pastikan  bahwa  PATH dan  M2_HOME pada environment variabletelah di-set dengan benar.

Tuesday, May 7, 2013

Posted by Netty Herawaty
| 1:54 AM

Mengapa Maven ?


Ketika kita ingin membuat sebuah project Java, apa yang akan kita lakukan pertama kali? Biasanya kita akan langsung membuka IDE lalu mulai membuat project dari sana. Sekilas tampak tidak ada masalah, namun yang terjadi adalah project yang kita buat dengan IDE tertentu belum tentu bisa dibuka dari IDE yang lain (bisa tapi dengan cara  yang  cukup  melelahkan)  karena  masing  -  masing  IDE  memiliki  standarnya
sendiri. 

Kemudian kita akan coba menambahkan library ke dalam project tadi. Dengan cara manual kita bisa mendownload semua file yang kita butuhkan dan meletakkannya didalam classpath project. Tetapi kadang tidak semudah itu, bisa jadi library itu membutuhkan dependency library yang lain dan dependency library itu membutuhkan dependency  library  yang  lain  lagi  dan  seterusnya.  Bayangkan  kalo  harus  mencari  satu
persatu, tentu saja akan sangat melelahkan. 

Masalah belum berhenti sampai disini, contoh kasus lain misal ketika kita ingin berbagi project dengan orang lain. Biasanya kebanyakan orang malas untuk mengikutkan library dari project yang akan dibagikan tersebut, karena library yang banyak mengakibatkan file membesar dan dengan bandwidth yang minimum akan memakan waktu lama pada saat upload. Akibatnya adalah orang lain yang ingin memanfaatkan project ini harus mencari library yang dibutuhkan satu persatu dan ini sangat tidak praktis. 

Untuk mengatasi permasalahan diatas kita bisa menggunakan tools dari Apache yang bernama  Maven. Maven  memiliki  struktur  project  standar  yang  membuat  maven ramah terhadap IDE apapun. Maven juga menyediakan online repository yang memudahkan kita untuk download secara otomatis library yang kita butuhkan beserta dependencynya. 

Apa itu Maven ?

Maven  adalah  salah  satu  build  tool  populer  yang  dikembangkan  oleh  Apache Foundation dan berfungsi sebagai project management atau pengaturan proyek yang berdasarkan konsep Project Object Model (POM)

Apa Kegunaan Maven ?

Jawabannya tergantung dari perspektif Anda sendiri. Sebagian pengguna Maven akan menyebut  sebagai "alat  pembangun"  yaitu  sebuah  alat  yang  digunakan  untuk membangun  artefak  yang  dapat  di-deploy dari  suatu  kode  sumber.  Seorang pengembang atau developer dan project manager mungkin akan menyebut Maven sebagai sesuatu yang lebih komperhensif yaitu sebuah alat manajemen proyek. 

Apa bedanya Maven dengan Build Tool lain ?

Ant  difokuskan  hanya  pada  pra-pemrosesan,  kompilasi,  pemaketan,  testing  dan distribusi. Sedangkan sebuah alat manajemen proyek seperti Maven menyediakan satu set fitur yang dapat ditemui pada build tool. Selain menyediakan kemampuan membangun, Maven dapat menjalankan laporan, meng-generate  sebuah situs web, serta memfasilitasi komunikasi diantara tim kerja.


Untuk instalasi Maven akan saya bahas on my next post.