• Solo Great Sale

    Solo Great Sale Powered By Circle Card 2015

  • Solo Great Sale

    Solo Great Sale Powered By Circle Card 2015

  • Oracle Java Magazine

    As Cover of Oracle Java Magazine March/April 2012 issue

  • Launching jDuchess Indonesia

    Gunadarma University 2011

    www.jduchess.or.id

  • Launching jDuchess Indonesia

    Gunadarma University 2011

    www.jduchess.or.id

  • Launching Java 7

    Binus University 2011

  • Eclipse Democamp

    Microsoft Indonesia 2011

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2010

  • Launching JENI 2.0

    ITB Bandung 2012

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2010

  • Java and Android Roadshow

    SMK PGRI 3 Malang 2012

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2010

  • Launching JENI 2.0

    ITB Bandung 2012

  • Oracle Academy

    SMK PGRI 3 Malang 2011

  • Java and Android Roadshow

    SMK Plus Darussalam Kediri 2012

  • Oracle Academy Seminar

    LIKMI Bandung, 2012

  • Oracle Academy Seminar

    Indonesia University, 2012

  • Seminar Android

    Universitas Budi Luhur 2010

  • Java and Android Roadshow

    SMK Hasan Kafrawi Jepara 2012

  • Sosialisasi Kurikulum 2013

    LPMP Surabaya 2013

  • IOSA

    Indonesia Open Source Award 2011

  • Java Training

    SMKN 02 Sukabumi 2010

  • Sosialisasi Kurikulum

    SMKN 01 Tulungagung 2011

  • Sosialisasi Kurikulum 2013

    LPMP Surabaya 2013

Sunday, January 24, 2010

Posted by Netty Herawaty
| 9:20 AM
Sebagai contoh sederhana cara membuat Android Project kita akan menampilkan simple program "Hello World"

1. Buka Eclipse yang sudah terinstal Android

2. Untuk membuat project baru pilih File > New > Android Project atau bisa juga dengan mengklik icon Android Project Creator pada Eclipse toolbar.


3. Project Name
Project Name adalah nama project Android yang akan muncul di kolom project Eclipse


4. Pilih SDK Target
Adalah target SDK yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi Android


5. Nama Aplikasi


a. Application Name
Nama aplikasi yang akan tampil di emulator Android

b. Package Name
Nama package atau folder yang akan dibuat

c. Min SDK Version
Adalah versi minimal SDK yang bisa digunakan

6. Penjelasan struktur Android project :



a. src folder
Berisi package aplikasi yang dibuat

b. HelloWorld.java
Nama kelas Java yang dibuat

c. Referenced Libraries
Berisi android.jar yang mencakup seperangkat C/C++ library yang digunakan oleh berbagai komponen dari sistem Android

d. R.java
File ini secara otomatis dihasilkan oleh Android Developer Tools, yang berguna untuk "menghubungkan" sumber daya visual (dari main.xml) ke kode sumber Java (file java)

e. Res folder
Ada 3 kategori utama dalam folder ini :

- Drawable
Dalam folder inilah semua gambar disimpan. Pada kode anda bisa memanggilnya dengan R.drawable.nama_image

Layout
Berisi file main.xml . Di dalam main.xml berisi user interface untuk menampilkan widget di emulator

Values
Berisi file String.xml untuk mendeklarasikan String yang akan digunakan di file main.xml

AndroidManifest.xml
Aplikasi Android digambarkan di file "AndroidManifest.xml" . File ini berisi semua aplikasi kegiatan dan izin yang dibutuhkan untuk aplikasi. Misalnya jika aplikasi yang memerlukan akses jaringan harus ditentukan disini. Android Manifest dapat dianggap sebagai descriptor deployment  untuk aplikasi Android.

7. Menjalankan Android
Pilih Menu Run --> Run Configuration


Tentukan nama project yang akan dijalankan



Klik Apply kemudian Run untuk menjalankan emulator Android




Wednesday, January 20, 2010

Posted by Netty Herawaty
| 8:40 AM

Project Android dibangun berdasarkan direktori yang spesifik seperti saat kita membuat project di Java. Untuk membantu memahaminya, kita mulai dengan penjelasan dibawah ini :

1. Root Content
Ketika kita membuat project Android, kita akan memiliki 6 item utama dalam direktori root proje-ct kita, yaitu :

a. AndroidManifest.xml
adalah file XML yang mendiskripsikan aplikasi yang dibangun dan komponen (activities, services, dll) apa saja yang disediakan oleh aplikasi

b. build.xml
adalah script Ant untuk meng-compile aplikasi dan menginstalnya dalam device

c. bin/
memuat aplikasi setelah di compile

d. src/
memuat file – file source code Java untuk pembuatan aplikasi

e. res/
memuat "seluruh sumber" seperti icon, GUI layout, dan sejenisnya

f. assets/
memuat file – file static lain yang ingin dikemas bersama aplikasi untuk di deploy ke dalam device

2. Activity
Ketika akan membuat sebuah project, kita akan disediakan sebuah class dari activity utama untuk aplikasi Android yang dibuat yang nantinya disimpan dalam direktori src/ . Kita bisa memodifikasi file ini dan menambahkan file lainnya ke dalam src/ sesuai kebutuhan untuk implementasi aplikasi.

Pertama kali project di compile , di luar direktori activity "utama" , Android akan membuat file R.java . File ini berisi beberapa konstanta dari seluruh "sumber" yang dibuat dan disimpan dalam direktori res/ . Kita tidak harus memodifikasi R.java karena Android tools yang akan menanganinya.

3. Resource Directory
Dalam project Android, kita juga akan menjumpai direktori res/ yang memuat "sumber – sumber " (file tetap yang dikemas bersama dengan aplikasi) . Beberapa sub direktori yang akan dijumpai atau dibuat dibawah direktori res/ terdiri dari :

a. res/drawable/
untuk gambar (PNG, JPEG etc)

b. res/layout/
untuk spesifikasi UI layout yang dibuat XML

c. res/raw/
untuk menyimpan general file seperti file suara, file video, CSV dll

d. res/values/
untuk menyimpan nilai String

e. res/xml/
untuk menyimpan file XML yang akan dibuat


Monday, January 18, 2010

Posted by Netty Herawaty
| 11:01 PM
Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang pengertian Android, arsitektur, komponen serta keunggulan Android di postingan saya sebelumnya.

Sekarang saya akan menjelaskan step by step cara menginstal Android di Eclipse IDE secara online dengan OS Ubuntu Linux.

Syarat sistem dan software yang dibutuhkan untuk instalasi Android adalah :
a. Sistem Operasi Windows, Mac OS atau Linux
b. Java JDK (Java Development Kit), bisa JDK 6 atau 7
c. IDE Eclipse atau Netbean
d. ADT (Android Development Tools) plugin

Berikut ini langkah - langkah instalasi Android di Eclipse IDE :
1. Instalasi Java JDK
Anda bisa download Java JDK disini

2. Instalasi Eclipse IDE
Anda bisa download Eclipse IDE disini

3. Instalasi Android SDK
Mengapa harus menginstall Android SDK? SDK yang di install di PC mencakup beberapa tool, termasuk aplikasi contoh dan emulator Android. Emulator Android atau virtual perangkat mobile adalah program yang menduplikasi fungsi-fungsi smartphone yang berjalan di atas platform Android. Emulator juga berfungsi sebagai ajang pengujian aplikasi di PC, sebelum disematkan ke dalam smartphone Android. Android SDK ini bisa anda dowload di http://code.google.com/android/download.html simpan dan extract Android SDK ke direktori anda.

4. Instalasi Android Plugin di Eclipse IDE
Buka Eclipse anda, selesai starting up anda bisa membuat workspace sendiri dengan klik browse atau memilih workspace default.



Pada menu bar klik Help --> Software Update --> pilih Available Software --> Add Site


Isi Site dengan URL http://dl-ssl.google.com/android/eclipse/  dan klik OK


Kembali ke Availbale Software dan checklist checbox URL tadi sehingga semua checkbox dibawahnya ikut ter-ceklist. Klik Install → Next



Pilih Accept --> Finish . Android plugin sedang proses penginstalan.


Ketika ada konfirmasi permintaan restart Eclipse, maka pilih Yes untuk melihat perubahan


Setelah Eclipse sudah start kembali, kita harus meng-Update Eclipse dengan klik Window > Preference pada menu bar Pilih Android > browse dan cari alamat direktori anda meletakkan hasil extract android sdk tadi.kemudian Apply > Ok .


5. Setup AVD (Android Virtual Device)
Mengapa harus Setup AVD atau Android Virtual Device? Untuk menggunakan emulator, pertama anda harus membuat satu atau lebih AVD konfigurasi. Namun ketika akan menjalankannya, anda bisa menentukan konfigurasi AVD mana yang akan anda gunakan.Setiap AVD berfungsi sebagai perangkat yang independen, dengan penyimpanan pribadi untuk data pengguna, SD card, dan lain - lain. 

Secara default, emulator menyimpan data pengguna, data kartu SD, dan cache di direktori AVD. Jika installasi Android plugin tadi berhasil maka di menubar Window akan tampil gambar Hand Phone Android SDK dan AVD Manager. Klik gambar HP tersebut untuk Setup AVD.



Pilih Available Package --> SDK Platform Android --> Install Selected


Klik Accept All > Install Accepted. Untuk download SDK Platform komputer anda harus dalam keadaan connect dengan internet.

 Setelah itu buat AVD baru dengan klik new pada Virtual Device , beri nama AVD dan tentukan target nya



6. Start AVD
Setelah AVD selesai dibuat klik button "Start" untuk menjalankannya




Thursday, January 14, 2010

Posted by Netty Herawaty
| 4:29 PM
Akhir - akhir ini saya yang berstatus sebagai siswa magang di Meruvian disuruh untuk research Google Android. Awalnya saya juga bingung Android itu apa sih (baru dengar lebih tepatnya) ? namun atasan saya di Meruvian yang bernama Pak Frans Thamura sangat yakin masa depan Android di Indonesia dalam 2 - 3 tahun ke depan akan bagus. Maka dari itu sebelum orang lain tahu tentang Android ini kita anak - anak Meruvian harus mulai research duluan.

1. Pengertian Android
Android adalah sistem operasi mobile yang berjalan di kernel linux. Android mulai dirilis pada tanggal 5 November 2007 dengan dibentuknya Open Handset Alliances (OHA) yang merupakan konsorsium dari 50 perusahaan perangkat keras , perangkat lunak dan perusahaan telekomunikasi yang berkomitmen untuk mengembangkan standar terbuka bagi perangkat mobile. Google merilis hampir seluruh kode Android dengan lisensi Apache, software gratis dan lisensi open source. Dan Android ini menggunakan Java sebagai teknologinya.



2. Arsitektur Android
Diagram berikut menunjukkan komponen - komponen utama dari sistem Operasi Android


Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software . Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung beberapa fungsi - fungsi spesifik seperti sistem operasi. Berikut ini susunan lapisan - lapisan tersebut jika dilihat dari lapisan dasar hingga lapisan paling atas :

a. Linux
Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android adalah kernel. Google menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun sistem Android yang mencakup memory management, security setting, power management dan beberapa driver hardware. Kernel ini berperan sebagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhan software.

b. Android Runtime
Android Runtime ini berisi Core Libraries dan Dalvik Virtual Machine . Core Libraries mencakup serangkaian inti library Java , artinya Android menyertakan satu set library - library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi - fungsi yang ada pada library dasar bahasa pemrograman Java.

Dalvik Virtual Management (DVM) adalah  JVM (Java Virtual Machine) nya Android. Semua hardware yang berbasis Android dijalankan dengan menggunakan virtual machine untuk eksekusi aplikasi. Pengembang tidak perlu khawatir tentang implementasi perangkat keras tertentu. DVM mengeksekusi executable file, sebuah format yang dioptimalkan untuk memastikan memori yang digunakan sangat kecil. The executable file diciptakan dengan mengubah kelas bahasa Java dan dikompilasi menggunakan tools yang digunakan dalam SDK Android.

c. Libraries
Libraries ada dilevel yang sama dengan Android Runtime. Android menyertakan satu set library - library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android. Kemampuan ini dapat diakses oleh programmer melewati Android application framework. 

d. Application Framework
Application Framework mencakup program untuk mengatur fungsi - fungsi dasar smartphone. Para developer memiliki hak akses penuh untuk memanfaatkan API (Android Protocol Interface) yang ada di Application Framework untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.

e. Application
Application adalah lapisan yang diakses oleh user melalui user interface. User bisa menelepon, mengirim pesan singkat, mengakses kontak, menjalankan browser dll.

3. Komponen Android
Ada 6 komponen yang membentuk sebuah aplikasi Android :

a. Activity
Activity adalah layer yang mewakili presentasi visual dari sebuah aplikasi. Setiap screen dalam aplikasi adalah sebuah turunan dari sebuah class Activity. Untuk membentuk sebuah user interface, Activity menggunakan sebuah View. View dapat menampilkan tampilan grafis, dan juga merespon terhadap interaksi dari pengguna.

b. Service
Suatu service tidak memiliki tampilan antarmuka atau interface, melainkan berjalan di background untuk waktu yang tidak terbatas. Komponen service di proses tidak terlihat, memperbaharui sumber data untuk menampilkan notifikasi. Service digunakan untuk melukakan pengolahan data yang perlu terus diproses bahkan ketika Activity tidak aktif.


c. Content Provider
Content Providers digunakan untuk mengelola dan berbagi database. Data dapat disimpan dalam file sistem atau database SQLite. Dengan adanya Content Provider memungkinkan antar aplikasi untuk saling berbagi data. Komponen ini sangat berguna ketika sebuah aplikasi membutuhkan data dari aplikasi lain sehingga mudah dalam penerapannya.


d. Intent
Yaitu mekanisme perpindahan dari suatu activity ke activity lainnya. Umumnya Intent lebih sering digunakan sebagai bagian yang menyatukan antar activity.

e. Broadcast Receiver
Broadcast Receivers merupakan komponen yang sebenarnya tidak melakukan apa - apa kecuali menerima dan bereaksi menyampaikan pemberitahuan. Sebagian besar Broadcast berasal dari sistem misalnya Baterai sudah hampir, informasi zona yang telah berubah, atau ketika user telah merubah bahasa default pada perangkat. Sama halnya dengan service, Broadcast Receivers tidak menampilkan user interface namun Receivers dapat menggunakan Notification Manager untuk memberitahukan sesuatu ke pengguna.

f. Notification
Notification dipergunakan untuk memberitahu user mengenai sebuah event tanpa mengganggu Activity yang tengah berjalan. Sebuah notification dapat berbentuk macam - macam, baik lampu yang berkedip, suara dan yang paling umum adalah icon atau dialog message.

4. Keunggulan Android
Berikut adalah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Android :

a. Open Source
Android merupakan sistem operasi terbuka atau open source, artinya Google merilis source code secara gratis untuk memudahkan para pengembang aplikasi yang hendak menciptakan aplikasi untuk Android.

b. Ketersediaan Aplikasi yang Berkualitas
Karena Android bersifat open source, para programmer dan pengembang aplikasi pun antusias menciptakan aplikasi. Developer aplikasi tidak perlu   dengan prosedur platform OS berbayar, karena aplikasi buatan mereka bebas di distribusikan dengan lisensi open source.

c. Android Market
Android menyediakan sebuah pasar digital yang bernama Android Market  yang berisi ribuan program atau software baik yang gratis maupun berbayar. User tinggal mencari aplikasi yang di inginkan kemudian di download dan di instal di handset mereka.



d. Keberagaman Pilihan Perangkat
Android tidak hanya diproduksi oleh satu vendor saja. Google mempersilahkan vendor mana saja yang ingin mengadopsi Android.

e. Harga Terjangkau
Keberagaman pilihan smartphone Android menciptakan persaingan dagang yang kuat di antara para vendor. Ini akan membuat para vendor untuk . perangkat Android yang ditujukan untuk segmen low-end sampai high-end sehingga semua kalangan dapat menikmati handset yang bersistem operasi Android.

f. Terkoneksi dengan Seluruh Layanan Google
Android di desain untuk mendukung seluruh layanan Google seperi GMail, Google Docs, Google Maps, Youtube, Google Talk, Google+ dll